Menghasilkan produk yang bagus di era sekarang bukanlah hal yang sulit karena ketersediaan berbagai supplier dan peluang kolaborasi. 

Namun, tantangan terbesar bagi para pelaku usaha adalah bagaimana cara menjualnya. Banyak bisnis terpaksa gulung tikar karena stok menumpuk akibat tidak memahami cara mendatangkan pembeli.

Artikel ini akan membedah tuntas strategi jualan online dan digital marketing dari nol berdasarkan pengalaman praktisi yang telah mengelola dana iklan hingga belasan miliar rupiah.

 Jika Anda ingin bisnis Anda naik level, mari kita pelajari fondasi utamanya secara terstruktur.

Mengapa UMKM Wajib Belajar Digital Marketing?

Bagi para pelaku usaha—termasuk Anda yang mungkin aktif mengelola platform komunitas atau etalase digital seputar UMKM seperti umkmjateng.my.id—kemampuan digital marketing sudah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban. 

Proses pembuatan produk dan proses penjualan adalah dua hal yang sangat berbeda. Menguasai digital marketing berarti Anda sedang mempelajari ilmu jualan; ketika fondasi ini sudah dikuasai, Anda pada dasarnya bisa menjual produk apa pun di internet dan tidak perlu takut dengan stok mati (dead stock).

2 Skill Minimal yang Harus Dimiliki Pemula

Dari sekian banyak turunan ilmu pemasaran digital, ada dua keahlian mendasar yang wajib dipelajari pertama kali sebelum melangkah lebih jauh:

  • Advertising (Ads): Ini adalah teknis dasar untuk mendatangkan traffic atau calon pembeli ke ekosistem bisnis Anda. Memiliki toko atau produk yang sangat keren akan menjadi percuma jika tidak ada satu pun orang yang mengunjunginya. Anda wajib belajar teknis mendatangkan pengunjung secara sistematis.
  • Copywriting: Banyak orang belum menyadari bahwa ini adalah nyawa dari setiap promosi. Sebagai contoh, ketika Anda sedang menawarkan produk seperti parfum melalui fan page Facebook, rangkaian kata-kata yang Anda tulis di caption, penulisan skrip penawaran, hingga isi landing page sepenuhnya bergantung pada copywriting. Membuat desain situs web kini bisa dilakukan tanpa coding, namun isi pesannya membutuhkan keahlian merangkai kata yang persuasif.

Fokus Pada Platform dengan Pasar Terbesar: Meta dan TikTok

Sebagai pemula, jangan membuang waktu membagi fokus ke terlalu banyak tempat. Masuklah ke "pasar" yang sudah terbukti memiliki jutaan pengunjung:

  • Meta (Facebook & Instagram): Merupakan platform raksasa yang masih sangat solid dan stabil untuk hampir semua jenis produk. Sangat direkomendasikan untuk dijadikan pondasi awal Anda beriklan.
  • TikTok: Memiliki karakteristik audiens yang berbeda dan sangat efektif untuk produk-produk dengan harga terjangkau (misalnya di kisaran Rp90.000 hingga Rp100.000). TikTok sangat memicu impulsive buying (pembelian tanpa banyak berpikir panjang), dan cocok untuk produk yang mudah menciptakan rasa FOMO (Fear of Missing Out).

Strategi Beriklan Agar Tidak "Boncos"

Kehilangan uang atau "boncos" saat beriklan adalah ketakutan terbesar setiap pengiklan pemula. Berikut adalah langkah aman untuk menghindarinya:

  • Gunakan Uang Dingin: Saat pertama kali belajar dan melakukan testing kampanye iklan, pastikan Anda menggunakan anggaran yang memang dialokasikan untuk risiko belajar.
  • Mulai dari Budget Kecil: Jangan terburu-buru memasang anggaran besar. Mulailah beriklan dari nominal paling kecil untuk melihat dan membaca respons pasar secara objektif.
  • Evaluasi Data Sebelum Scale Up: Jangan asal menaikkan budget iklan ketika belum ada konversi. Anda harus menganalisis data untuk menemukan titik kebocoran (bottleneck). Pastikan Anda tahu akar masalahnya: apakah iklannya yang kurang menarik, landing page-nya yang gagal meyakinkan pengunjung, atau customer service yang gagal mengunci penjualan (closing).

Memantaskan Diri untuk Mencapai Target Bisnis

Selain keahlian teknis operasional, kesuksesan sangat dipengaruhi oleh mentalitas dan disiplin diri. Jika Anda memiliki impian omzet jutaan hingga puluhan juta rupiah, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah rutinitas saya dari pagi hingga malam sudah pantas untuk mendapatkan angka tersebut?"

  • Kerja Lebih Cerdas dan Disiplin: Kurangi mengeluh dan berdiam diri. Mulailah bangun lebih awal, tambah jam kerja produktif Anda, dan luangkan waktu minimal 2 hingga 3 jam sehari khusus untuk mengasah skill digital.
  • Fokus pada "Apa" dan "Kenapa": Jangan hanya pusing memikirkan "Bagaimana" (how) cara mencapainya, tapi perkuat keyakinan tentang "Apa" (what) tujuan Anda dan "Kenapa" (why) Anda harus berhasil. Ketika keyakinan Anda sudah bulat, seringkali peluang tak terduga akan berdatangan.

Kesimpulan

Sukses berjualan online bukanlah sesuatu yang instan, melainkan hasil dari pemahaman strategi teknis dan kekuatan mentalitas. Menguasai traffic (melalui iklan di Meta atau TikTok) serta copywriting adalah investasi ilmu terbaik yang bisa dilakukan oleh UMKM. 

Mulailah praktik dari skala kecil, jangan pernah bosan mengevaluasi data agar terhindar dari kerugian, dan teruslah memantaskan diri. Dengan eksekusi yang konsisten, ilmu digital marketing ini akan membawa bisnis Anda bertumbuh secara terukur dan berkelanjutan.


Source: